Kerusakan Jalan Dikeluhkan Warga. -->

close
Klik 2x untuk menutup(x)
Selamat Datang Daeng Kajang di Kota Makassar

Kerusakan Jalan Dikeluhkan Warga.

EA

WATAMPONE---Kerusakan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tanete Riattang Barat, dikeluhkan sejumlah warga. Bahkan belum lama ini, sejumlah warga di Jalan Langsat, Kelurahan Jeppe'e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, menanam pohon pisang di tengah jalan. Hal itu dilakukan sejumlah warga, karena menilai  kurangnya perhatian instansi terkait untuk memperbaiki jalan ini.

Selain kerusakan jalan di Jalan Langsat, kerusakan juga berada di sejumlah titik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Kondisi jalan yang rusak itu, tak jauh dari lokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru.

Salah seorang warga , Syamsuddin, mengatakan, kerusakan jalan di Jalan Langsat, kata dia, sudah lama terjadi, tetapi hingga saat ini belum ada perbaikan dari instansi terkait.

Menurutnya,  sudah banyak korban pengendara sepeda motor yang terjatuh dari kendaraan yang disebabkan kondisi jalan yang rusak itu."Sudah banyak yang menjadi korban, akibat kondisi jalan yang rusak, sehingga perlu dilakukan perbaikan segera,"jelasnya, Minggu, 21 April.


Sementara itu, Andi Arifin, salah seorang warga yang kerap melintas di Jalan Dr Wahidin  Sudirohusodo, mengatakan, kerusakan di jalan ini sudah sangat parah. Ia pun meminta instansi terkait untuk melakukan perbaikan, atau melakukan langkah sementara agar kerusakannya semakin tidak parah dengan menimbun sirtu  di sejumlah titik yang berlubang tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang  Bina Program, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bone, Ahmad, mengatakan, jalan tersebut untuk tahun ini akan diperbaiki.  Diperkirakan setelah  tender dilakukan, pengerjaan jalan itu akan direncanakan dilaksanakan Juni atau Juli mendatang.

Dia mengatakan, Jalan Langsat dan  Dr Wahidin, akan mendapatkan peningkatan jalan atau pengaspalan  jalan hotmix. Terkait penanggulangan sementara kerusakan jalan dengan menimbun sirtu, Ahmad mengatakan, kalau hanya ditimbun sirtu, itu tidak menyelesaikan persoalan kerusakan jalan tersebut, karena sirtu tidak dapat  bertahan dan itu bersifat sementara saja